Jumat, 07 Mei 2021

 Karena Covid-19 memang membuat hobby travelling saya harus di rem pakem karena memang tidak bisa kemana-kemana. Tempat-tempat yang dekat yang bisa menjadi alternatif untuk dikunjungi. Saya sudah membuat list beberapa tempat yang akan saya kunjungi dimana letaknya dekat-dekat saja dari ibu Kota.


Pada kesempatan kali ini, saya akan mengunjungi salah satu Gunung yang berada di Jonggol yaitu Gunung Batu. Saya sudah pernah kesini pada tahun 2015 dan tidak terasa sudah berlalu 6 tahun. Ketika kunjungan pertama di kaku gunung Batu ini masih berupa kebun karet dan masih sepi banget. Pada kunjungan sekarang, tempat ini sudah jauh berubah. sudah begitu banyak warung makan dan ada kafe juga. Tapi saya kesini ketika bulan Puasa jadi semua warung tutup dan sepi sekali. Memang ini yang saya cari.

Perjalanan dari Bekasi saya mengambil jalur Narogong - Cilengsi - Jonggol. saya berangkat sekitar jam 9, apabila melihat dari Maps, maka diperlukan kurang lebih 2 jam perjalanan. Ketika di Jalan Raya Narogong, bau sampah begitu menyengat karena truk-truk orange penuh dengan sampah sedang di angkut dari seluruh penjuru Jakarta menuju tempat pembuangan akhir. Dalam 1 hari saja sebanyak itu, bagaimana kalau setahun, 1 tahun atau 10 tahun ?? tidak ada yang tahu.





Selepas tempat pembuangan sampah baru bau sampah itu hilang perlahan, lalu mengambil jalan Metland Transyogi dan tembus ke Taman Buah Mekarsari yang sekarang sudah tutup. Dari sini jalanan sudah mulai lenggang dan bisa memacu motor kesayangan saya si "Embul" dengan cukup kencang. Kita hanya perlu mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh maps dan akan sampai ke Gunung Batu.

Menurut saya, tempat ini bisa jadi alternatif bagi teman-teman yang ingin merasakan keindahan alam dan udara yang sejuk. Selain tidak begitu jauh dari Ibu Kota, tempat ini juga memiliki akses yang cukup baik, hanya ada beberapa titik saja yang jalannya rusak, bahkan semakin ke atas, jalanan semakin bagus.


Selasa, 13 April 2021


 Perjalanan ini membawa kami menuju Pangalengan dimana memang saya sudah kepengen banget untuk menikmati indahnya kawasan perkebunan teh Cukul yang tersohor ini.

Kami berangkat pagi dari Kota Bandung karena memang kami menginap di Kota Bandung dulu sebelum paginya menuju Pangalengan.

Untuk keseruan perjalan kami bisa download E-booknya disini ya :




Ebook - Sekeping Surga yang Jatuh - Pangalengan


Di E-book ini sudah lengkap saya tuliskan cerita perjalanan beserta foto-fotonya.

Selamat membaca.

Rabu, 13 Januari 2021

 Pandemi Covid-19 memang membuat kita yang doyan travelling benar-benar mengerem untuk melakukan perjalanan, apalagi beberapa hari ini kasus positif semakin banyak dan pembatasan sosial sudah di berlakukan kembali. Begitu juga kami, planning liburan kami di tahun 2020 semuanya di cancel dan bahkan sampai 2021 ini kami belum berani membuat planning liburan yang memang biasanya sudah kami susun di awal tahun/akhir tahun lalu. Sekarang jadi pertanyaan, bagaimana kita bisa berlibur ditengah pandemi tapi tidak was-was dengan kondisi Pandemi ?

Sunrise dengan pemadangan Gunung

Jawabannya adalah dengan Staycation. yups, sebuah kata yang memang sering kita dengar akhir-akhir ini. tapi ya memang liburan seperti ini yang paling memungkinkan untuk kita lakukan saat ini. 

Pada liburan akhir tahun lalu, Kami akhirnya memberanikan diri staycation setelah 1 tahun rasanya tidak pernah menginap dihotel maupun liburan. Hotel yang kami pilih adalah Alana Sentul. Kami sengaja mencari hotel yang berbintang karena secara kebersihan lebih terjamin, hal ini bisa dilihat ketika Breakfast semua makanan di ambilkan oleh staff restoran dan setiap ada tamu yang selesai menggunakan bangku atau meja langsung di disinfeksi oleh staff hotel. dua jempol deh buat kebersihannya.


Secangkir teh di balkon Alana Hotel

Kami memilih Sentul karena sebagai alternatif tidak terlalu jauh dari Bekasi dan juga menawarkan udara yang cukup sejuk dan pemandangan yang cukup menarik juga.Setiap kamar memiliki balkon yang cukup besar untuk bersantai untuk desain kamar sih standar saja. Balkon kamar kami ternyata menghadap langsung ke Gunung, saya tidak tahu ini gunung apa yang pasti sangat menakjubkan gunungnya, Memang ketika sore hari tidak begitu terlihat, tapi pemandangan ketika pagi hari benar-benar bagus sekali. 

1 hal yang menurut saya kurang di hotel ini adalah hotel ini berisik banget, live music yang dimainkan dibawah saja terdengar dengan jelas, apalagi ketika pintu balkon dibuka, benar-benar berisik sekali.

Overall, lokasi dan view di hotel ini memang cukup cakep, untuk kebersihan dan Prokes juga mantap. hanya yang menjadi nilai minus hanya kamar yang terlalu berisik saja. 

Untuk hotel ini cukup kami rekomendasikan untuk staycation di masa pandemi ini.

Kamis, 15 Agustus 2019

Karena keinginan untuk mengunjungi Lembah Harau dan beberapa tempat bagus lainnya di Sumatra Barat, Kami memutuskan untuk melancong ke tanah minang. Perjalanan sendiri dimulai dari Jakarta dengan menggunakan maskapai Singa menuju ke Padang. Tapi sebelumnya rencana perjalanan kami adalah :
1. Bandara Minangkabau - Danau Maninjau
2. Lembah Harau - Bukittinggi
3. Lembah Harau - Solok
4. Solok - Kota Padang



Untuk menunjang rencana kami, kami menyewa motor dari Bandara Minangkabau yang akan kami gunakan selama berada di Sumatra Barat. Setelah keluar dari bandara dan langsung menuju parkiran motor untuk mengambil motor yang sudah dibooking. Motor yang kami gunakan adalah Honda Beat yang baru berjalan 40 km dan belum ada plat no, yess.. belum ada plat no. Kamipun bertanya kepada abangnya, apakah benar aman ? beliau bilang aman karena proses pembuatan surat menyurat di Sumatra Barat bisa sampai 6 bulan. woy sekali ya.

Setelah persoalan motor selesai kamipun langsung melajukan motor keluar dari Bandara dengan bantuan si mbah google. Pertama tentu isi bensin dulu dipenuhin karena memang kami tidak tahu seberapa jauh dan ketersediaan bensin disepanjang jalur yang akan kami lewati.

Destinasi pertama adalah Danau Maninjau, perjalanan menuju Maninjau kurang lebih 2 jam kami sampai di Puncak Lawang untuk menikmati indahnya Danau Maninjau dari ketinggian, tapi sayangnya langit sedang mendung sehingga keindahan Danau ini tidak begitu bisa dinikmati. Kami hanya sebentar disini dan langsung menuju Itiak Lado Mudo di Ngarai Sianok. Perjalanan hanya sekitar 1 jam dan disini udaranya benar-benar enak sekali, sejuk dan bermotor disini sungguh memberikan pengalaman yang tiada duanya.

Itiak Lado Mudo Ngarai ini kami pesan dua porsi untuk berdua. Terlihat cabe hijaunya sangat mantap, tapi ketika dimakan pedasnya tidak seperti yang terlihat, bahkan untuk orang yang tidak begitu doyan pedaspun masih bisa memakan makanan ini. Soal rasa memang enak, rasa bebeknya empuk dan bumbu juga meresap, sehingga menambah cita rasa yang mantap.

Setelah mengisi perut kamipun melanjutkan perjalanan menuju Lembah Harau dimana kami memang akan menginap semalam dilembah yang sangat indah ini, Perjalanan kurang lebih 2 jam dan ketika akan masuk ke gerbang Lembah Harau, Kemacetan sudah sangat panjang sekali dan ramai sekali, sepertinya kami salah memilih hari. Setelah melewati kemacetan yang lumayan, kami tiba di home stay yang sudah kami pesan lewat Booking.com. Kawasan ini memang sangat indah, dengan tebing-tebingnya. Karena satu dan lain hal, kami tidak jadi menginap di Lembah Harau dan kembali ke Bukittinggi untuk mencari penginapan disana. Jam 9 Malam kami sampai di Bukittinggi dan semua hotel sudah full booked. Aduh..kebiasaaanya ni kalau travelling pasti ada drama. Akhirnya ketika hujan mulai turun, kamu menemukan 1 hotel yang masih ada kamar, tapi wajib ada akte/buku nikah dan kami tidak membawa itu. Untunglah di Facebook pernah upload foto pernikahan kami sehingga bisa menjadi bukti kalau kami memang suami istri. Tips kalau ke Bukittinggi wajih bawa bukti menikah ya.


Malamnya kami berjalan kaki dari hotel menuju jam Gadang yang memang dekat dengan hotel dan tentunya cari makan. Makanan pertama adalah Sate Padang, Sate Padang disini enak banget dan rasanya lain daripada yang biasa kita makan di Jakarta. 


Karena Sate Padang tidak bisa mengenyangkan perut yang sudah keroncongan ini, kami makan mi aceh yang kami temukan dan ternyata memang enak. Rasanya juga berbeda dengan mi Aceh yang biasa ditemukan di Jakarta.

Kami kembali ke hotel dan istirahat untuk memulai kembali hari besok yang rencananya kami akan menuju Kota Padang via Solok, jadi bisa menikmati Danau Singkarak.

Jumat, 26 Juli 2019

Perjalanan ini membawa kami ke satu negara yang masih satu rumpun dengan Indonesia, yaitu Malaysia. Perjalanan yang dipersiapkan hanya dalam hitungan minggu mulai dari memesan tiket sampai kepada keberangkatan yang penuh drama. 



Karena kami berangkat di akhir tahun dan ingin menghabiskan liburan akhir tahun di Malaysia, maka harga tiket juga cukup tinggi, maklum masih kuli jadi ada liburan baru bisa travelling. Tiket PP Jakarta - KL - Jakarta untuk berdua sekitar 3 jutaan. Sebelum keberangkatan tentu kami menyiapkan segala dokumen dan rencana perjalanan yang akan kami lakukan selama di KL. Berhubung kami berdua tidak ada yang pernah ke KL jadi patokan dalam menyusun rencana perjalanan adalah dari si mbah google.



Rencananya kami akan tiba di KL tengah malam dan langsung ke TBS untuk naik bis ke Penang dan menghabiskan waktu 2 hari di Penang. Kami mengambil bis malam karena ingin berhemat hotel dengan tidur di bis malam ini. Tapi karena penerbangan yang terlambat, akhirnya kami dengan sukses sampai di KLIA lewat tengah malam. Nah, drama pun tercipta karena kami sudah telat untuk naik bisa maka kami putuskan untuk bermalam di KL Center dengan harapan akan ada kamar hotel yang kosong. Tapi setelah berputar-putar dini hari di negeri orang tidak ada kamar yang kosong karena memang sudah masuk long weekend di KL. Aduuuhh, pusing dah harus kemana ? masa jadi gembel tidur di emperan, hahahaha. Kami putuskan untuk menuju TBS untuk melihat apakah ada bis yang menuju Penang pagi itu. Sesampai di TBS ada bis yang akan ke Penang tapi dengan harga 2 kali lipat dari harga bis yang saya beli secara online, karena ini merupakan bis tambahan. Daripada luntang-lantung kamipun membeli tiket bis dan berangkat ke Penang.

TBS ini adalah terminal bis di kota KL yang cukup besar, kalau di Indonesia mirip-mirip terminal yang ada di Jakarta Timur. Kami masuk dan menunggu sekitar 1 jam baru bisnya muncul dan masuk perjalanan di mulai, ternyata keluar dari terminal, bisnya masih ngetem lagi dan lama banget, sama saja ternyata ngetem juga. Kami baik bis Billion Stars dan saya sangat tidak merekomendasikan bis ini untuk perjalanan di Malaysia, karena supirnya bisa seenaknya menukar bangku penumpang yang punya tiket resmi dan tidak begitu nyaman. Saya lebih menyarankan Etika Delta yaitu bis yang kami gunakan ketika kembali dari Penang ke KL.

Kami sempat mampir di Kota Ipoh, salah satu kota tambang tua yang memang cukup indah, tapi kota ini kami skip dulu karena memang tujuannya adalah ke Penang dulu. Next baru akan menjelajahi Ipoh.

Kami sampai di terminal butterworth pada pagi hari dan cukup jalan kaki sedikit untuk naik ferry menyeberang ke Pulau Penang. Sampailah kami di Pulau Penang walau dengan drama. 

Bersambung...

Sabtu, 29 Desember 2018

Nasib membawa saya ke suatu kabupaten yang berada di Kalimantan Tengah yaitu Muara Teweh. yang dari Palangkaraya diperlukan waktu 8 jam perjananan darat untuk sampai ke kota kecil ini. Apa sih yang membuat saya bisa terdampar disini ? tidak lain dan tidak bukan adalah karena pekerjaan.

Disambut Sunset Indah di Palangkaraya


Perjalanan dari Jakarta-Palangkaraya ditempuh sekitar 1 jam 30 menit dan menggunakan pesawat berplat merah. Sesampai di Palangkaraya saya dijemput oleh seorang teman yang akan mengantarkan saya ke Muara Teweh. Saya sampai di Palangkaraya sore dan langsung jalan ke Muara Teweh, karena ingin pagi sampai disana, jadi kami jam 10 malam sudah sampai di Ampah dan berhenti untuk makan dan tidur sampai jam 2 baru jalan kembali ke Muara Teweh. Prediksinya adalah jam 5 sampai di Muara Teweh tapi jam 4 kami sudah masuk ke kota muara teweh, karena jam 8 saya akan menuju Luwe karena ada pekerjaan disana, perjalanan ini saya harus menggunakan speed boat dan kembali lagi ke teweh 2 hari lagi.

Skip-skip, kembali ke Muara Teweh dan langsung mencicipi kuliner khasnya yaitu sate rusa. tempat makan yang terkenal di Muara Teweh adalah RM. Sabar Menanti. Disini memang ciri khas adalah daging rusa, baik itu sate maupun tongsengnya. Jadi saya memesan sate dan tongseng rusa. Menunggu cukup lama sekitar 20 menit akhirnya datang juga makanannya.

Sate Rusa RM. Sabar Menanti



tekstur daging rusa memang berbeda dengan daging yang lain, lebih empuk dan teksturnya enak banget. Keterangan dari Ibu yang jual, tidak setiap hari ada daging rusa karena menunggu buruan dari para pemburu. jadi saya cukup beruntung ketika berkunjung dagingnya ada.

Tongseng Rusa RM. Sabar Menanti
Untuk tongseng memang berbeda rasanya, dari kuah juga berbeda lebih asin dan tidak ada gurih seperti tongseng di Jawa. 

Setelah selesai makan, saya dan bang Dedet berkeliling kota Muara Teweh dengan motor ke Tugu buah-buahan, tapi yang paling besar adalah buah durian karena apabila musim durian, durian disini banyak banget. Perjalanan singkat di Muara Teweh ini saya tidak sempat mengexplore ada apa saja disini, jadi saya pasti akan datang lagi.

Selasa, 25 September 2018

Sudah cukup lama kami tidak update Blog Travelovely ini karena kesibukan dan lain sebagainya. Nah kali ini Travelovely ingin mengenalkan salah satu negara kepulauan yang cakep banget di kawasan Pasific, yaitu Vanuatu. Apa saja sih yang keren disini. Mari kita simak.

Vanuatu


Cara ke Vanuatu

Satu-satunya cara untuk cepat sampai ke Vanuatu adalah melalui udara atau pesawat terbang. Penerbangan International semua akan mendarat di Port Villa dan perjalanan juga tidak mudah travellers.Untuk penerbangan terdekat, kamu harus terbang ke Sydney dulu baru kemudian berganti pesawat menuju La Tontouta yang berada di negara Kaledonia Baru dan kemudian pindah pesawat lagi menuju Port Villa yang merupakan Ibu Kota dari Vanuatu. Atau apabila kamu ingin langsung tanpa transit di Kaledonia baru, kamu bisa menggunakan Vanuatu air yang melayani penerbangan langsung dari Sydney, Brisbane dan Melbourne. Dengan total penerbangan kurang lebih 12 jam memang bukan perjalanan yang singkat tapi apabila kamu mengunjungi negara-negara dipasifik ini, bukan hanya Vanuatu tapi banyak lagi negara kepulauan yang bisa kamu kunjungi. 

Aktifitas di Vanuatu


Alam Vanuatu


Banyak travel agent yang menyediakan paket tour di Vanuatu dan tentunya dengan harga yang berbeda-beda. Tentu yang pertama kali dikunjungi adalah Port Villa yang merupakan Ibu Kota dari negara ini, yang menarik tentu saja adalah aktifitas laut dan pantainya yang indah sekali. Di Port Villa ada berbagai Resort yang indah yang viewnya langsung menghadap ke samudra pasifik serta aktifitas warga lokalnya yang juga sangat menarik.






Diving juga menjadi aktifitas yang wajib dilakukan di sini karena memang keindahan bawah lautnya yang luar biasa indahnya. Disini juga banyak sekali tour diving yang menyediakan paket diving, ada baiknya untuk mengikuti tour semacam ini karena ini adalah Samudra Pasifik yang terkenal dengan banyaknya Hiu, apabila kita menggunakan guide, mereka sudah tahu perairan yang aman dan yang tidak.




Vanuatu tidak hanya menjual keindahan Pantainya, ada juga beberapa air terjun yang indahnya kebangetan juga untuk dikunjungi yaitu Naune Waterfall. 

nah ada juga kolam biru yang terletak di pulau Espiritu Santo.

Sepertinya tempat ini masuk dalam list wajib dikunjungi.
so, mari mulau menabung.


Senin, 12 Maret 2018

Minggu lalu, tepatnya hari apa saya sudah lupa, saya mendapatkan email promosi dari salah satu maskapai murah di Asia Tenggara yaitu Airasia. yang dimana promo ini adalah promo kursi gratis dan tiket murah. Saya penasaran dan langsung masuk ke website dari AA dan cek tiketnya.  Setelah melihat-lihat saya tertarik dengan destinasi Penang yang berada di Malaysia dan beberapa waktu lalu saya juga mendapatkan tiket promo dari maskapai Citilink tapi dengan harga yang menurut saya masih mahal.


Skip, setelah cek beberapa kali saya mendapatkan tiket perjalanan Jakarta-Penang seharga Rp.230.000, Menurut saya sudah murah dan ketika cek tiket kepulangan dari Penang - Jakarta, Harga yang saya dapatkan lebih murah lagi, Hanya Rp. 113.000. langsung saya beli untuk 2 orang karena saya memang berencana untuk mengajak istri saya untuk jalan-jalan.

Total dari tiket PP Jakarta-Penang-Jakarta adalah Rp.790.000, ini jauh lebih murah daripada tiket reguler yang dimana untuk 1 tiket sekali jalan sudah diatas 1 juta.

Bagaimana sih berburu tiket pesawat murah ?

1. Daftarkan diri kamu untuk mendapatkan news letter dari maskapai-maskapai budget, ini gratis koq dan ketika ada promo, kamu akan otomatis dikirimkan email pemberitahuan bahwa sedang ada promo.

2. Jangan membeli tiket di Jam sibuk, Biasanya para pencari tiket murah akan begadang dari ham 12 malam sampai pagi untuk mendapatkan tiket murah. Hal ini efektif tapi itu dulu, ketika promo-promo tiket murah baru mulai diberlakukan dan masih sedikit orang yang mengetahui. Kalau sekarang semua orang akan begadang dari jam 12 untuk mencari tiket murah, jadi secara traffic pasti website maskapai tersebut akan sangat berat sehingga proses hunting kamu jadi gk lancar. Saran dari saya, cobalah hunting tiket di jam kerja, misalnya jam 6 - 9 pagi dimana orang-orang sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya jadi kamu bisa bebas hunting tanpa takut traffic akan tinggi.

3. Pastikan Limit Kartu Kredit kamu cukup. tentu kamu gak mau dong setelah susah payah dapat tiket murah ternyata pas mau bayar limit kartu kredit kamu habis. Jadi pastikan Limit kartu kredit kamu cukup karena maskapai penerbangan budget rata-rata transaksi pembelian menggunakan kartu kredit dan tidak bisa di booking terlebih dahulu, jadi kamu harus langsung membayar ketika sudah melakukan booking. 

4. Pesan dari jauh-jauh hari. Biasanya orang akan memesan tiket beberapa hari atau minggu ketika akan berangkat. Untuk mendapatkan tiket yang murah, cobalah untuk memesan minimal perjalanan 6 bulan kedepan, biasanya harga yang ditawarkan akan jauh lebih murah.

5. Pesan keberangkatan dan kepulangan jangan diweekend. Tiket diperjalanan Weekend pasti akan jauh lebih mahal bahkan bisa 2 kali lipat dari perjalanan di weekdays. Cobalah hunting tiket untuk perjalanan di weekdays, cuma kamu harus berkorban untuk mengambil cuti lebih banyak dari pekerjaan tapi ini semua sepadan dengan harga tiket yang lebih murah, bukan hanya harga tiket, tapi hotel juga akan lebih murah dan banyak promo apabila weekdays.

Ini beberapa tips untuk berburu tiket murah, sekarang jalan-jalan dengan budget minim sudah bukan lagi mimpi, asalkan rajin dalam berburu tiket. 

Happy Hunting

Rabu, 06 September 2017

Sudah cukup lama saya tidak menulis di blog ini, karena satu dan lain hal saya lebih berkonsentrasi untuk hal yang lain, tapi untuk dunia fotografi tidak pernah saya tinggalkan walaupun untuk memegang kamera sudah sangat jarang. Semoga saya tetap bisa memotret. hehehe 


Kali ini saya ingin membahas mengenai Project yang sudah lama sekali ingin saya kerjakan tapi selalu terkendala dalam pelaksanaanya. Saya sangat tertarik membuat sebuah buku fotografi mengenai wajah Indonesia, konsepnya sederhana memang, saya ingin mengcapture wajah-wajah Indonesia dan saya tuangkan di dalam lembar demi lembar buku yang akan saya tulis. Tidak hanya menampilkan foto, tapi menjelaskan mengenai semua adat istiadat dan kalau bisa sejarah dari "Wajah Indonesia" Ini.

Yang saya maksudkan "Wajah Indonesia" adalah potret wajah semua suku yang ada di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Marauke dan buku ini akan saya susun sistematis sesuai dengan perjalanan saya yang mengharuskan saya untuk berkeliling Indonesia untuk saya tuangkan kedalam Buku ini.

Tentu untuk melaksanakan project ini tidak mudah, butuh waktu, tenaga dan tentunya biaya yang tidak sedikit. Sampai saat ini saya masih berusaha mewujudkan impian project saya ini. semoga kedepannya bisa saya laksanakan walaupun masih dalam angan-angan.

Kamis, 27 April 2017

Sumedang tentu sudah sangat terkenal dengan Tahu Sumedangnya yang melegenda dan ada dimana-mana, dan ternyata Sumedang juga menyimpan banyak sekali tempat keren yang bisa kamu kunjungi lho. Jarak yang di tempuh pun relatif dekat apalagi sekarang dengan adanya tol Cipali semakin mempermudah akses ke sini, kamu hanya perlu berkendara kurang lebih 4 jam dari Jakarta apabila menggunakan kendaraan pribadi dan banyak juga bis yang menuju Sumedang. Ok, mari kita lihat apa saja yang bisa kamu temukan di Sumedang.

1. Kampung Toga


Yang pertama adalah Kampung Toga, sebuah tempat wisata yang tidak begitu jauh dari pusat kota Sumedang. Lokasi tempat wisata ini terletak di ketinggian 650 Mdpl, Jadi sudah pasti udara dan keasrian yang di tawarkan akan membuat kamu betah untuk berlama-lama disini. selain itu juga, Tempat ini juga memanjakan kamu dengan berbagai fasilitas yang di punyainya seperti kegiatan paralayang, Gantole, sepeda gunung dan outbound. Selain itu, disini juga ada kebun dan sawah yang membuat nuansa tenang semakin terasa.

Pokoknya banyak banget yang bisa kamu kerjain disini, bagi kamu yang tertarik untuk mencobanya, silahkan datang saja. 

Jln. Makam Cut Nyak Dien, Gn. Puyuh Desa Sukajaya - Sumedang - 0265-206567

2. Gunung Tamponas


Gunung dengan ketinggian 1.684 meter ini lokasinya berada di sebelah utara kota Sumedang. Kamu bisa menikmati pemandangan indah kota Sumedang dan sekitarnya dari gunung ini. Selain menikmati pemandangan alamnya, kegiatan wisata lain adalah mendaki gunung, memotret, atau menikmati  sumber air panas di kaki gunung.
Lubang kawah dan batu besar berwarna hitam, menambah keindahan alam pegunungan. Selain itu ada lokasi wisata Curug Ciputrawangi, yang juga merupakan jalur bagi pendaki gunung menuju puncak Tampomas. Meskipun kurang begitu dikenal, ternyata Gunung Tampomas memiliki pesona yang eksotis.
3. Situ Biru Cilembang

Tempat wisata di Sumedang ini, memiliki air yang bening dan berwarna biru yang eksotis. Kalau kamu ingin mengunjungi lokasi wisata yang belum terjamah, dengan keasrian yang terjaga, di sinilah tempatnya. Saking beningnya, kamu bisa bercermin di telaga ini. Lokasinya cukup tersembunyi, di desa Hariang, kecamatan Buahdua Sumedang.
Sayangnya demi menjaga keindahan dan kebersihan telaganya, kamu tidak diperbolehkan untuk berenang, karena airnya masih berfungsi sebagai sumber air minum masyarakat sekitar. Lokasi ini bisa ditempuh dengan naik sepeda motor, dilanjutkan berjalan kaki sekitar 200 meter. Telaga ini memang berada di dalam hutan yang tersembunyi nan eksotis.
4. Gunung Kunci

Gunung Kunci merupakan sebuah bukit kecil yang terletak sekitar 250 m di sebelah barat alun-alun kota Sumedang. Wisata Alam Gunung Kunci ini menjadi tempat favorit karena memiliki pemandangan yang menakjubkan. Bila berada di puncak bukit ini, Kamu bisa menikmati pemandangan kota Sumedang serta pepohonan pinus di sekelilingnya.
Selain itu, di sini Kamu juga bisa melihat gua peninggalan Belanda, yang dahulu menjadi benteng pertahanan masyarakat Sumedang. Wisata Gunung Kunci ini bisa menjadi alternatif dalam menikmati keindahan alam Jawa Barat, dengan nuansa yang khas.
5. Curug Sindulang



Wah, ternyata Jawa Barat kaya akan wisata air terjun. Lokasinya berada di desa sindulang kecamatan Cimanggung, tepat di perbatasan kabupaten Sumedang dan Bandung. Curug Sindulang ini berada di ketinggian 30 meter. Tempat ini menjadi lokasi wisata air terjun favorit, disebabkan keindahan alamnya yang eksotis dan udaranya yang sejuk.
Curug Sindulang yang romantis ini, juga dikenal sebagai air terjun kembar, bahkan sudah dijadikan lagu populer di Jawa Barat. Dengan pemandangan wisata alamnya yang aduhai serta karakteristik unik, tempat wisata di Sumedang ini menjadi buruan para pencinta wisata pegunungan. Kamu bisa merasakan ketenangan di tengah suasana hutan yang romantis.
6. Desa Wisata Alam Pangjugjugan

Desa Wisata Alam ini terletak di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Inilah desa penghasil ubi Cilembu yang rasanya manis itu. Kondisi alam yang belum terjamah, semakin indah untuk dinikmati, sembari merasakan menu kuliner setempat.
Sebagai desa agrobisnis dan agrowisata, tempat ini sangat eksotis untuk bercengkerama dengan alam, mendengar desau pohon pinus, gemericik air dan gemulai ikan, hingga elang yang terbang di udara. Kalian juga bisa memetik sendiri stroberi di perkebunan bila saat panen tiba, atau menunggang kuda, memancing, hingga outbond dengan tiket masuk yang murah. Asyik, bukan?

7. Kebun Teh Margawindu


Kota Sumedang ternyata memiliki kawasan perkebunan teh Margawindu yang terletak di kawasan perbukitan Desa Citengah, kecamatan Sumedang Selatan. Tidak seperti perkebunan teh di Puncak, suasananya jauh lebih alami dan eksotis. Udara segar dan pemandangan bukit yang terhampar luas, benar-benar bisa menyegarkan mata.
Perkebunan teh nan eksotis ini bisa dicapai dengan menggunakan mobil atau motor selama 30 menit melewati hutan. Lokasi ini bisa menjadi tempat wisata di Sumedang yang potensial, karena banyak menyimpan pesona khas alam wisata Parahyangan yang masih asri.

Gimana ? Kamu tertarik untuk mengunjungi Sumedang ?

Sabtu, 11 Februari 2017

Taman Nasional Ujung Kulon paling terkenal dengan Badak, karena memang disini menjadi pusat konservasi Badak di Indonesia. Tapi bukan hanya Badak yang ada disini, Taman nasional ini juga memasukkan Gunung Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya yang di mulai dari Tanjung Kulon sampai dengan Samudra Hindia.

Banyak sekali yang bisa di kunjungi di TNUK ini, tapi sebelumnya bagaimana sih cara menuju kawasan ini .





Mencapai lokasi ini tidak sulit. Wisatawan Jakarta dapat memilih rute jalan darat Jakarta-Serang-Labuan sejauh 120 kilometer dengan lama tempuh 4-5 jam. Bisa juga rute Jakarta-Cilegon-Labuan sejauh 140 kilometer dengan lama tempuh 5-6 jam. Namun, jika tak ingin lelah dan akan menggunakan kendaraan umum, itu juga tak masalah karena dua rute itu dilayani angkutan umum bus dan minibus.
Apabila ingin meneruskan perjalanan ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan naik kapal cepat berkapasitas sekitar delapan orang, pengunjung dapat berangkat dari Carita. Tarif sewa kapal cepat ini Rp 3,5 juta per hari. Pilihan lain, perahu motor berkecepatan sedang dengan kapasitas angkut sekitar 25 orang yang berangkat dari Sumur atau Tamanjaya. Tarif sewanya lebih murah, yakni Rp 1,8 juta per kapal per hari.
Nah sekarang apa aja sih yang bisa kamu lakukan di sini ? 
Pulau Peucang

Kamu bisa menikmati keindahan laut di pulau-pulau kecil di sekelilingnya. 
Kamu yang gemar berselancar dapat memuaskan tingginya gelombang ombak di Teluk Pulau Panaitan. Keindahan terumbu karang dapat dinikmati di taman laut Pulau Peucang dan Kepulauan Handeuleum.

Naik Perahu di Sungai Cigenter

Kamu yang berminat menyelam dapat melakukannya di perairan sekitar Pulau Peucang dan pantai utara serta timur Pulau Panaitan. Atau ada yang ingin bersantai dengan naik kano? Kegiatan mendayung perahu langsing ini dapat dilakukan di sepanjang Sungai Cigenter, Sungai Pamanggangan, dan Cikabeumbeum.
Sebagai catatan, tidak di setiap waktu kamu bisa memasuki hutan Semenanjung Ujung Kulon karena kawasan ini merupakan habitat satwa langka badak bercula satu. Pastikan agar jadwal kunjungan tidak berbarengan dengan masa kawin badak. Jadwal dan rute kunjungan ini harus dikonfirmasikan dulu ke Balai Taman Nasional di Labuan. Selain itu, karena lokasi taman nasional dikelilingi perairan Selat Sunda dan Samudra Hindia, faktor cuaca harus benar-benar diperhatikan demi keselamatan. Jangan memaksakan jika cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Pemandangan di darat pun tidak kalah memesona. Bicara mengenai hutan, ada perbedaan antara hutan di Pulau Peucang dan di Semenanjung Ujung Kulon. ”Di Pulau Peucang dapat ditemui hutan primer, sedangkan di semenanjung ini adalah hutan sekunder,” kata Dodi Sumardi, pegawai Balai TNUK. Hutan primer dicirikan dengan lantai hutan yang relatif bersih dari semak belukar karena tumbuhan rendah tidak mampu berfotosintesis. Sementara itu, hutan sekunder, lantai hutannya penuh dengan semak belukar. Hutan sekunder di Semenanjung Ujung Kulon adalah hasil suksesi alami pascameletusnya Gunung Krakatau tahun 1883. Beragam jenis pohon menghiasi rimba Ujung Kulon yang merupakan hutan hujan tropis dataran rendah ini.
Ketika memasuki hutan di Gardu Buruk—salah satu blok di taman nasional—terlihat pohon kiara pencekik (Ficus sp) yang diameter jalinan akarnya lebih dari sepuluh rangkulan orang dewasa. Sebutan kiara pencekik karena pohon itu awalnya menempel di batang pohon inang. Namun, lambat laun, sembari mengisap sari makanan dari tubuh pohon inang, akar-akar kiara itu terus menjalar ke bawah hingga dapat menyedot hara dari dalam tanah. Pohon inang pun tercekik hingga mati, sementara kiara terus menjulang tinggi. Gambaran persaingan untuk bertahan hidup di alam.
Aneka satwa liar pun kerap dijumpai di taman nasional. Seekor ular pucuk dengan kepala berbentuk segitiga, tanda jenis ular berbisa, Belum lagi burung-burung dari berbagai jenis. Diperkirakan, ada 250 jenis burung yang memiliki habitat di taman nasional sehingga lokasi ini menjadi tempat ideal untuk menyalurkan hobi mengamati burung. Jika berkunjung ke taman ini, jangan lupa bawa teropong.
Kegiatan lintas alam masuk keluar hutan merupakan paket wisata yang disukai beberapa kalangan. Wisata ini selain menuntut kesiapan fisik menembus hutan belukar, pengunjung pun harus sabar apabila bertemu satwa liar. ”Kegiatan tracking di alam liar banyak disukai pengunjung, terutama yang muda dan berjiwa petualang. Kalau wisatawan keluarga, kebanyakan lebih suka berwisata ke pulau-pulau di kawasan TNUK yang ada penginapannya,” kata Edi Bachtiar, pemandu.
Khusus di Pulau Handeuleum, kemungkinan besar pengunjung bertemu rusa dan monyet. Hal ini karena ada belasan rusa di pulau tersebut. Apabila beruntung, bisa bertemu rusa yang muncul dari balik pagar belukar tempat penginapan wisatawan. Rusa-rusa ini kerap mendekat dan menjulurkan kepalanya menyantap makanan yang diberikan para wisatawan.

Pulau Handeuleum

Akan halnya dengan monyet, primata satu ini juga kerap terlihat di pepohonan, termasuk yang tumbuh di sekitar penginapan. ”Pada hari-hari tertentu, sering ada sekelompok monyet bermain ayunan di sulur-sulur pohon dan kemudian ramai-ramai menceburkan diri ke kubangan sekitar sungai,” kata Mustari, petugas di resor Handeuleum.
ADA beberapa kewajiban dan larangan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon. Sebelum berkunjung ke taman nasional ini, konfirmasikan dulu rencana kedatangan Anda ke Pusat Kunjungan Balai Taman Nasional Ujung Kulon di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 51 Labuan dengan nomor telepon (0253) 804681 atau 801731.
Selain sebagai laporan, langkah ini penting untuk memastikan masih adanya kamar di penginapan kawasan taman nasional agar pengunjung tidak kerepotan mencari tempat bermalam. Konfirmasi ini juga berguna agar ada kesiapan dari pemandu yang akan mendampingi, baik dari petugas taman nasional maupun pemandu dan portir yang telah ditunjuk Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Sebelum melakukan perjalanan lebih lanjut, jangan lupa menanyakan detail apa saja yang harus dipersiapkan dan dibawa selama berkunjung ke taman nasional tersebut.
Ketika masuk ke kawasan TNUK, seperti halnya di tempat wisata lainnya, setiap pengunjung dipungut biaya tiket masuk sebesar Rp 2.500 per orang untuk warga Indonesia dan Rp 20.000 per orang untuk warga negara asing serta biaya asuransi Rp 3.000. Selain itu, tiket masuk untuk kendaraan air besarannya bervariasi antara Rp 50.000 dan Rp 100.000 per kapal motor sesuai kekuatan mesin. Kedua pungutan ini merupakan bagian dari penerimaan negara bukan pajak.
Larangan
Mengingat Ujung Kulon berstatus sebagai taman nasional yang harus dijaga keaslian dan kelestariannya, pengunjung harus maklum dengan seabrek larangan yang harus dipatuhi. Hal itu, misalnya, larangan membawa senjata api, binatang peliharaan, benih tanaman, dan bahan kimia. Saat berkunjung ke TNUK ditabukan untuk berburu, menangkap, menebang, memotong, membawa, serta memiliki binatang, tumbuhan, dan biota laut serta bagian-bagiannya, baik dalam keadaan hidup maupun mati yang didapat dari kawasan taman nasional tersebut.
Aksi vandalisme pada tumbuhan, batu, dan bangunan pun dilarang. Selain itu, pantang bagi pengunjung untuk membuang sampah yang dapat mencemari lingkungan dan menyalakan api yang bisa menimbulkan kebakaran hutan. Para wisatawan yang berkunjung ke taman nasional jangan lupa mempersiapkan keperluan pribadi demi keselamatan, misalnya, obat-obatan ringan maupun obat pribadi serta losion antinyamuk. Jangan lupa membawa jaket, jas hujan, dan barang-barang personal lainnya.
Ketika masuk ke kawasan TNUK, pengunjung disarankan mengenakan baju atau kaus lengan panjang dan sepatu lars sebatas lutut untuk menghindari goresan duri rotan yang banyak tumbuh di hutan. Untuk mencegah menempelnya lintah atau pacet di kaki, pengunjung disarankan juga mengenakan kaus kaki tebal. Ujung celana panjang dimasukkan ke dalam kaus kaki tersebut agar tidak memberi ruang terbuka masuknya lintah atau binatang kecil lainnya

"Jelajahi Negerimu, Karena Indonesia Keren Banget"

Selasa, 07 Februari 2017

Taman Nasional Gunung Leuser ini terletak di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumatra Utara, luas TNGL ini adalah 1.064.692 Hektar. Namanya sendiri di ambil dari nama Gunung Leuser yang menjulang tinggi dengan ketinggian 3.404 Mdpl terletak di Aceh.

Taman Nasional Gunung Leuser

Merangkul berbagai ekosistem, taman nasional sebenarnya adalah sekelompok berbagai cagar alam dan hutan:  Cagar Alam Gunung Leuser, Cagar Alam Kappi, Cagar Alam Kluet, Suaka Margasatwa Sikundur-Langkat, Stasiun Penelitian Ketambe, Singkil Barat, dan Dolok Sembilin.
Taman ini begitu luas, mencakup hutan bakau, pantai dan hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan lumut, dan sampai hutan subalpine. Ketika melintasi lanskap yang luar biasa, para petualang yang antusias seperti kamu tidak akan kecewa.
Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan Taman Nasional Gunung Leuser di Bahasa, meliputi lebih dari 100 kilometer dari Pegunungan Bukit Barisan, dikenal karena curam, medan pegunungan yang hampir tidak dapat diakses. Ketinggian berkisar dari daerah pantai di Kluet (Aceh Selatan), untuk 3.381 meter di atas Gunung Leuser (Aceh Tenggara). Sungai Alas yang mempesona memotong taman menjadi bagian timur dan barat.
Taman Nasional Gunung Leuser

Sekitar 130 spesies diidentifikasi di taman ini saja. Harimau Sumatera yag misterius, gajah, badak, Siamang, kera, macan tutul, reptil, ikan, dan sekitar 325 jenis burung adalah salah satu satwa endemik yang dikenal mampu menghambat taman. Tentunya perjalanan ke taman bagian dalam lebih dari sekedar petualangan besar ke kebun binatang terakhir yang kamu kunjungi. Datang dan ambil bagian dalam pengalaman hidup di sebuah desa kecil yang ramah, Ketambe, di mana penduduk setempat secara alami berpengetahuan dan secara ekologis ramah.
Gunung Leuser dari kejauhan

Menjelajahi Beragam jalur perjalanan hutan ketika kamu pergi ke taman ini. Melihat orangutan tertutup di alam liar adalah salah satu pengalaman yang terbaik kamu akan miliki dalam hidup kamu. Jadi, siapkan gear kamu untuk belajar lebih dari ayunan di Stasion Rehabilitasi Orangutan Bukit Lawang- Bohorok yang mendeteksi lebih dari 5.000 orangutan yang tinggal di tempat ini.
Secara kolektif melindungi satwa liar yang beragam di Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Kerinci Seblat yang membentuk Warisan Dunia. Di sini adalah satu-satunya tempat di bumi di mana empat hewan spektakuler di dunia yaitu orangutan, badak, gajah, dan harimau ditemukan sekaligus.
Ambillah napas selama istirahat kamu sambil menonton monyet. Mereka adalah makhluk luar biasa yang melompat ke udara, ketika mereka bergerak dari pohon ke pohon.
Desa Ketambe menawarkan kegiatan selingan di anak Sungai Alas. Bagi yang suka berenang dengan ban. Di sini, kamu dapat menikmati mengapung di sungai menggunakan ban mengikuti aliran sungai. Ban bisa disewa di berbagai kios di sepanjang desa.
Taman Nasional Gunung Leuser

Kegiatan lain kamu mungkin ingin mempertimbangkan adalah mengunjungi gua kelelawar, hiking sepanjang sawah dan perkebunan karet, mengunjungi proyek-proyek sosial seperti sekolah bahasa Inggris gratis, rumah dan klinik anak-anak, dan pasar Jumat gembira. Jika kamu penasaran, Cukup bergaul dengan beberapa penduduk setempat dan menikmati dengan santai suasana di sekitar warung makan lokal.
Untuk perjalanan yang lebih menantang, kamu dapat mempertimbangkan hiking ke puncak Gunung Leuser, yang memakan waktu sekitar 10-14 hari. Desa kecil Angasan adalah titik awal yang sama dan cocok.
Sangat dianjurkan untuk selalu pergi ke hutan dengan beberapa bantuan dari pemandu lokal. Tersedia cukup pemandu yang baik dan dapat diandalkan di sekitar untuk petualangan besar. Semua pemandu yang handal harus berlisensi, dan karenanya, meminta untuk melihat izin mereka untuk memastikan keahlian dan pelayanan prima seseorang. kamu tidak hanya akan memiliki ekspedisi yang aman, juga memiliki kesempatan untuk mengamati satwa liar orangutan dan lainnya yang dapat lebih menguntungkan.
Bukit Lawang terletak di Provinsi Sumatera Utara, dan menuju ke Medan sangat penting. Silakan merujuk ke Medan untuk aksesibilitas rinci ke kota. Ketambe juga merupakan alternatif untuk masuk ke Taman Nasional Leuser. Mendapatkan ke Ketambe juga lebih mudah dari Medan atau Kutacane, sebuah kota dekat ke Ketambe.
Kamu bisa naik bus ber-AC satu arah besar dari Medan, Terminal Pinang Baris Bus ke Bukit Lawang, 86 km melalui jalan darat ke arah utara-barat. Periksa tarif untuk satu perjalanan dan menyiapkan uang terlebih dahulu. Bus berangkat setiap 30 menit. Kadang-kadang jadwal diabaikan. Kembali ke Medan, Kamu dapat mengambil minibus atau bus besar dari Terminal Bus Bukit Lawang.
Kamu akan menemukan pengemudi menawarkan minivan dari terminal feri Belawan langsung ke Bukit Lawang. Juga berharap untuk beralih ke mobil yang berbeda setidaknya sekali dalam Medan. Harga dapat bervariasi dan lebih tinggi dibandingkan dengan angkutan umum karena mereka mengurangi kerepotan perjalanan Kamu. Sopir biasanya akan merekomendasikan untuk sebuah keluarga.

Taman Nasional Gunung Leuser
Sungai Bohorok mengalir dalam wilayah Bukit Lawang, desa kecil 86 km sebelah utara-barat dari Medan, Sumatera Utara. Ini adalah tempat perlindungan orangutan terbesar dan satu-satunya akses ke Taman Nasional Leuser dari sisi timur. Dalam urutan atas jalur tepi sungai di Bukit Lawang, beberapa kamar yang tersedia untuk dipilih.
• Jungle Inn adalah akomodasi yang menyenangkan, berhadapan langsung dengan tempat perlindungan orangutan. Menawarkan kamar harga terjangkau, namun sedikit mahal untuk harga makan dengan standar Sumatera. Jungle Inn memiliki beberapa kamar yang sangat khusus yaitu 'Honeymoon Suite' untuk Rp 350.000 dan 'Penthouse' lebih dari Rp 450.000. Nama kontak dan nomor buku adalah Rahman di +62 813 753 24015.
• Sam memiliki tiga kamar yang indah dengan harga berkisar dari Rp 80.000 sampai Rp 180.000. Nama dan nomor kontak adalah Samsul di +62 813 700 93597
• Jungle Tribe adalah sebuah rumah yang berdiri bebas dengan Rp 250.000 per malam dengan 'sebuah bar dan restoran' di sebelah. Nama dan nomor kontak adalah Iman di +62 812 637 49602
• Garden Inn tidak jauh dari Jungle Inn, yang merupakan tempat lain yang nyaman untuk tinggal di Bukit Lawang (kamar tidur ganda untuk Rp 50.000 sampai Rp 60.000). Nama dan nomor kontak yang Pardil dengan +62 813 960 00571.
• Greenhill memiliki dua kamar yang dibangun tinggi di belakang bangunan udara terbuka yang indah dengan pemandangan yang luar biasa. Kamar Rp 150.000 per malam. Nama kontak dan nomor buku adalah Mbra di +62 812 636 43775 atau +62 813 703 49124.
•Rain Forest adalah akomodasi baru yang dibangun oleh keluarga Nora memiliki lima (5) kamar dan restoran. Kamar yang tersedia dari Rp 40.000 per malam. Ini adalah tempat yang bagus untuk tinggal, banyak hiburan menyenangkan dengan banyak pemandu bermain gitar dan bernyanyi di malam hari, makanan yang  banyak.  Nama kontak dan nomor buku adalah Nora di +62 813 620 70656.
Di tepi sungai ada sejumlah akomodasi lainnya untuk tinggali.
• Bukit Lawang Cottages juga dikenal sebagai 'Eco Lodge' adalah tepat di seberang sungai dari desa utama di dasar bukit dan di mana trek berjalan mulai. Ini adalah pilihan yang baik dengan harga mulai dari Rp 80.000 per malam. Ini juga salah satu tempat utama untuk makan / minum di malam hari dan bertemu di pagi hari untuk Tempat Menjelajah.
• Wisma Bukit Lawang Indah di seberang sungai sebelah Yusman, yang bersebelahan dengan Wisma Sibayak. Kamar murah dengan tempat tidur ganda dan satu pergi untuk Rp 35.000. Bukit Lawang Indah memiliki makanan murah yang sangat baik.

 "Jelajahi Negerimu, Karena Indonesia Keren Banget"

Rabu, 01 Februari 2017

TNGR adalah salah satu ekosistem hutan hujan dan savana yang terletak di Pulau Lombok, NTB. Pesona utama dari taman nasional ini tentunya Gunung Rinjani itu sendiri, pesona gunung ini memang sangat indah, karena di balut dengan padang savana yang indah,
Gunung Rinjani

Medan pendakian Rinjani sebenarnya tidak terlalu sulit apabila kamu menemukan jalur yang tepat. Ada beberapa jalur yang bisa kamu pilih yaitu Sembalun, Senaru, Timbah Nuh dan Torean. Jalur yang biasanya di rekomendasikan adalah Jalur Sembalun karena memang jalur ini yang paling mudah untuk di lalui.

Dijalur pendakian Sembalun kamu akan melewati padang savana yang keren banget dan datar, cuma harus di ingat siapkan krim pelindung matahari karena disini tidak ada yang bisa melindungi kamu dari paparan sinar matahari. Ada 4 pos yang akan kamu lewati, tapi kamu harus siapkan air minum yang cukup karena tidak semua pos ini ada mata airnya.
Padang Savana

Keindahan Gunung Rinjani bisa kamu nikmati kapanpun, di pagi ketika sunrise, siang menikmati indahnya hamparan savana, sore menikmati sunset dan malam menikmati indahnya bintang-bintang yang bertaburan.

Satu tempat yang jangan sampai kamu lewatkan adalah Danau Segara Anak, Danau ini keren banget,  Untuk bisa mencapai Danau ini kamu harus menempuh minimal 8 jam melalui jalur pendakian sembalun. kamu bisa berkemah, memancing ikan bahkan berendam air belerang di danau ini, seru bukan ?



nah sekarang bagaimana kamu bisa mencapai titik awal pendakian, apabila kamu berasal dari luar kota atau luar pulau Lombok, kamu bisa menggunakan pesawat yang menuju Lombok yang sudah banyak dari kota-kota di Indonesia bisa kamu cari disini

setelah sampai di Lombok, kamu harus menempuh perjalanan darat kurang lebih 2 jam untuk sampai ke Selong di Lombok Timur, Dari Selong teruskan perjalanan kamu ke Pasar Air Mel, Baru lah kamu menuju Sembalun untuk memulai Pendakian.

"Jelajahi Negerimu, Karena Indonesia Keren Banget"

Search

Buy My Photo in :

Eddywu Stock Images

Instagram

--

Popular Posts

Recent Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Tiket dan Hotel

S

Search Here

Like

Copyright © Travelovely - Travel with love everywhere and everytime | Powered by Blogger
Distributed By MyBloggerThemes | Design by SimpleWpThemes