Tampilkan postingan dengan label my trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my trip. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2021


 Perjalanan ini membawa kami menuju Pangalengan dimana memang saya sudah kepengen banget untuk menikmati indahnya kawasan perkebunan teh Cukul yang tersohor ini.

Kami berangkat pagi dari Kota Bandung karena memang kami menginap di Kota Bandung dulu sebelum paginya menuju Pangalengan.

Untuk keseruan perjalan kami bisa download E-booknya disini ya :




Ebook - Sekeping Surga yang Jatuh - Pangalengan


Di E-book ini sudah lengkap saya tuliskan cerita perjalanan beserta foto-fotonya.

Selamat membaca.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Perjalanan di Bali di lanjutkan dengan perjalanan dari Kuta ke Kintamani, karena lihat di website pemandangan disini cuakep bener. perjalanan kurang lebih 3 s/d 4 jam. jalanan mulus dan memang agak kecil, kalau ketemu bis harus pelan-pelan.
Gunung Kintamani dan Danau Batur

Yang kami suka dari Bali adalah menyuguhkan pemandangan yang lain sekali dari pulau jawa yaitu banyak sekali Pura di kiri dan kanan jalan dan tentunya masyarakat Ubud yang jauh lebih "Indonesia" daripada masyarakat di Denpasa, Khususnya Kuta.

Setelah berkendara cukup jauh, kami akhirnya membayar tiket masuk dan masuk ke kawasan kintamani, kami memilih satu rumah makan yang all u can eat, yang mengejutkan harganya murah sekali. kalau tidak salah harganya 110.000 atau 75.000 kami lupa karena dibayarin. hihihihi..
pemandangan disini memang wah banget. di sebelah kiri ada Gunung Kintamani berdiri kokoh dan Lancip, bener-benar bentuk gunung sempurna menurut kami, dan di sebelah kanan ada danau Batur yang tidak kalah indahnya.

Lokasi Rumah Makan persis di tebing dan mempunyai balkon untuk berfoto-foto. sayang sekali kalau melewatkan keindahan ini.

Pelayanan yang ramah dan udara yang dingin bikin betah lama-lama disini dan tentu saja makanan yang nikmat serta banyak. di jamin gk akan mau pulang dari sini. Tapi sayang sekali karena agak sedikit mendung sehingga langit tidak biru.



Kamis, 13 Oktober 2016

Lanjut ....

Hari pertama di Bali, lebih banyak di habiskan tidur di penginapan karena sudah capek di perjalanan. kami menginap di sebuah hostel di kawasan Kuta, dimana di dalam 1 kamar ada 2 bed tingkat yang total bisa menampung 4 orang, harga per orang/malam adalah Rp. 110.000 sudah termasuk sarapan roti, Teh dan Kopi disediakan di dapur asalkan tidak malas bikin sendiri.

Bangun tidur jam 3 Sore WITA, memang jam hanya berbeda 1 jam dari Jawa, tapi koq terasa jam 3 masih panas banget ya, karena keinginan motret Sunset di Kuta dan berharap mendapatkan spot bagus untuk foto, kami berjalan kaki kurang lebih hanya 1 KM untuk bisa mencapai Pantai Kuta, sambil menyusuri jalan Kuta yang sangat-sangat ramai.

Suasana Sunses yang rame di Pantai Kuta

Pintu Masuk ke Pantai



Seramai-ramainya Kuta, Sunsetnya tetap menggoda
Mungkin di Jakarta kita melihat orang-orang hanya meminum alkohol di bar atau di tempat-tempat tertentu, tapi disini sepanjang jalan dan pantai Kuta orang-orang asik saja minum Bir. jadi jangan kaget buat yang baru pertama ke Bali ya, di sepanjang Kuta juga banyak di jumpai tempat hiburan malam. ya ini seperti berbanding lurus dengan kawasan wisata dan hiburan malam tidak bisa di pisahkan, apalagi disini mayoritas adalah wisatawan asing.

Sunset Pantai Kuta
Setelah berjalan kaki cukup jauh, sampai juga di pantai Kuta dan apa yang terjadi... Pantai ini penuh dengan manusia.. gimana saya motretnya berpikir dalam hati...setelah mencoba berbagai sudut dapat juga foto yang menurut saya lumayan.

ada 1 hal yang jujur saja membuat saya miris dan berpikir tidak akan kembali lagi ke Pulau ini, yaitu wisatawan lokal sangat tidak di hormati apabila di bandingkan dengan wisatawan luar negeri, Wisatawan asing di perlakukan bak raja disini, semua pelayanan dan perlakuan. tapi untuk wisatawan lokal berbalik 180 derajat, apakah ini cerminan dari Bali yang sudah kehilangan Ke-Baliannya yang santun, ramah dan bersahabat ?..

Jawaban dari semua ini saya dapatkan di Ubud, dan akan saya sharing di Tulisan selanjutnya.

Jumat, 02 September 2016

Hallo semua, perjalanan kali ini termasuk nekat, karena kami melakukan perjalanan darat dari Bekasi menuju Bali, dan semuanya tidak ada dalam rencana, awalnya kami hanya ingin mengunjungi Malang, dan memutuskan untuk bermalam di kota Gudeg, Jogjakarta. akan tetapi setelah mengecek akomodasi di Malang yang "Lumayan" Mahal. akhirnya kami memutuskan untuk menuju ke Bali. apabila tidak berhenti di Jogjakarta, perjalanan Bekasi - Bali Kurang lebih 24 - 26 Jam. kami mengambil jalur selatan jawa karena jalur Pantura Macet Total. Masuk tol dari bekasi timur - Cikampek - Cipali dan keluar ke kertajati. langsung menuju Ciamis, perjalanan lancar karena kendaraan menumpuk semua di brexit. untuknya kami punya Waze yang selalu memberikan jalan yang lancar jaya. hanya terjebak kemacetan ketika hampir sampai ke Kota Jogjakarta.
Penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang


Ke esokan harinya, Jam 11 Kami mulai berangkat dari Jogja Menuju ke Banyuwangi. pas tengah malam akhirnya sampai di ketapang dan tunggu sekitar 15 menit untuk masuk ke kapal, perlahan-lahan kapal meninggalkan Pulau Jawa, tapi sayang karena kondisi Malam, kami tidak bisa melihat keindahan laut disini. tapi ketika pulang kami menyeberang pada siang hari sehingga indahnya laut bisa di nikmati.
penyeberangan hanya sekitar 20 menit, tapi sepertinya kurang. kapal sudah bersandar di Gilimanuk, Welcome to Bali. akhirnya si M'blue(Nama mobil kami) sampai di Bali. pemeriksaan ketika akan masuk ke Bali lumayan ketat, setiap orang di minta memperlihatkan KTP, dan untuk driver wajib memperlihatkan SIM, serta di tanyakan untuk keperluan apa ke Bali.


Karena Mata sudah sangat tidak bersahabat, kami hanya berkendara sebentar sampai bertemu SPBU untuk berhenti Tidur. ternyata, banyak yang berhenti di SPBU ini untuk sekedar beristirahat setelah lelah berkendara.

Bersambung


Rabu, 10 Agustus 2016

Hallo Para Traveler's, Pertama-tama Travelovely ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri bagi yang merayakannya. pasti banyak teman-teman semua yang memanfaatkan liburan lebaran beberapa waktu yang lalu untuk mengunjungi tempat-tempat seru di seluruh Dunia. Travelovely berkesempatan untuk mengunjungi salah satu Desa paling Utara dari kabupaten Bekasi, yaitu Muara Gembong. Bagi sebagian orang mungkin nama ini sudah tidak asing, akan tetapi banyak juga yang tidak mengetahui ada desa dengan nama Muara Gembong yang hampir tenggelam. yups.. benar sekali, hampir tenggelam. teman-teman di jakarta mungkin hanya 1 tahun sekali merasakan banjir tapi bagi warga desa ini, Banjir datang mingguan. oleh karena itu jalanan disini tidak bisa di perbaiki karena akan rusak lagi setiap banjir datang.
Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong


Travelovely berkunjung ke sini dengan teman-teman dari Petualangan Inspiratif. yang memang mempunyai rencana untuk mengadakan bakti sosial dan Travelovely akan ikut ambil bagian. perjalanan dari jakarta bisa di tempuh dengan 2 Rute, yaitu keluar tol di karawang timur dan melanjutkan arah memutar atau yang lebih dekat bisa melalui Babelan, Bekasi. Dari terminal bekasi di butuhkan waktu sekitar 2 - 3 Jam untuk sampai ke kantor kecamatan, kendaraan hanya bisa diparkir di kantor kecamatan dan di lanjutkan dengan perahu.
akhirnya sampai juga di Desa Pantai Bahagia, yang menurut kami pribadi sudah sangat tidak layak untuk di huni lingkungannya. Lumpur dimana-mana, area bermain anak-anak yang sangat terbatas, sarana kesehatan juga yang terbatas.
Habitat Lutung Jawa


Sebenarnya ada lokasi yang sangat menarik untuk di kunjungi di sini, yaitu Habitat Asli Lutung Jawa di hutan Mangrove, namun sayang karena sarana dan pra sarana yang tidak memadai sehingga jarang ada yang mengunjungi lokasi ini.
untuk perjalanan lengkap, silahkan download e-book Travelovely - Muara Gembong, Black and White disini

Selasa, 19 Juli 2016

Sam Po Kong
Sam Po Kong adalah sebuah Kelenteng yang terletak di kota Semarang, Jawa Tengah. tempat ini unik karena biasanya dibuat berdasarkan agama Kong Hu Cu, tapi ini berbeda. Kelenteng ini di bangun di tempat bekas persinggahan atau petilasan seorang laksamana dari Tiongkok yaitu Laksamana Cheng Ho (yang dulu filmnya di perankan oleh Bapak Yusril). Laksamana Cheng Ho begitu terkenal dalam penyebaran agama Islam di Jawa khususnya Jawa Tengah ini. Tanda yang menunjukkan sebagai petilasan yang berciri Islam dengan di temukan Tulisan Berbunyi "Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Quran".

Kelenteng ini sebenarnya bukan hanya berisi 1 Kelenteng tapi lebih kepada kompleks keleteng karena di dalam kompleks ini terdapat beberapa gedung yang di gunakan untuk pemujaan Dewa-Dewa. saat ini, Sam Po Kong sudah di kelola oleh Pemkot Semarang sehingga untuk masuk kedalam Kompleks ini di kenakan HTM sebesar Rp.3.000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 15.000 untuk wisatawan asing. bagi yang ingin berdoa juga bisa membeli Hio di sini dengan harga Rp. 10.000.

Ketika Travelovely mengunjungi lokasi ini tepat jam 12 siang sehingga benar-benar panas menyengat kulit mataharinya, o ya, sekedar info, udara di Kota Semarang sangat panas, sehingga apabila ingin berkeliling dengan sepeda motor coba pikirkan kembali niatan anda, apabila tetap nekat sediakan Sun Block.
Patung Laksamana Cheng Ho

Di dalam kompleks ini juga terdapat patung Laksamana Cheng Ho yang tinggi, banyak sekali wisatawan yang mengabadikan moment bersama di patung ini.
Travelovely selalu dan tidak akan capek mengingatkan kepada teman-teman semua, agar menjaga kebersihan kemanapun kita pergi, jangan membuang sampah sembarangan. semuanya berawal dari kesadaran diri sendiri. Jelajahi negerimu dan nikmati ciptain Tuhan untuk Indonesia

untuk foto dan artikel lengkapnya bisa di download ebook perjalanana di SINI

Selasa, 28 Juni 2016


Gereja Blenduk - Semarang

Semarang adalah tujuan selanjutnya kaki ini melangkah, Travelovely mengunjungi salah satu Gereja yang memiliki arsitektur yang indah dan terletak di kawasan Kota Tua Semarang. bagi temen-temen yang pernah berkunjung ke Kota Tua Jakarta, kawasan ini tidak jauh berbeda dengan ini. 
Gereja Blenduk - Semarang

Gereja ini memiliki Kubah berbentuk setengah lingkaran dengan warna merah bata yang mencolok, sehingga begitu mudah di lihat walaupun dari kejauhan, untuk mencapai gereja ini, hanya perlu berkendara kurang dari 10 menit dari Simpang Lima Semarang, ketika memasuki kawasan kota tua ini, akan ada Kantor Samsat, nah gereja ini terletak persis di depan kantor Samsat.

Gereja Blenduk - Semarang

Gereja Blenduk - Semarang


Menurut Sumber dari Wikipedia Gereja ini adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Gereja ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, di Jl. Letjend. Suprapto 32. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah. Gereja ini hingga sekarang masih dipergunakan setiap hari Minggu. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda.

untuk ringkasan dan Foto lengkap bisa di download di ebook Travelovely di Sini 

Kamis, 16 Juni 2016


Kamar di atas danau Kampung Sampireun
Resort yang berada di daerah Samarang, Kemojang Garut ini menawarkan kesunyian dan kenyamanan dalam segala sisi. Terletak di kawasan perbukitan daerah Samarang Garut, dengan hawa yang sejuk membuat kita betah banget. Resort ini sudah memperoleh predikat Resort berbintang tiga, sehingga dari pelayanan sampai kepada kualitas makanan sudah bertaraf internasional. yang membuat Travelovely penasaran dengan hotel ini adalah adanya kolam buatan di tengah-tengah resort yang memiliki ribuan ikan Koi.

Daya tarik utama dari Resort ini adalah kamar yang berada di atas danau, pemandangan yang indah memang tersaji di Resort ini, ketika pagi mentari mulai bersinar, cahayanya perlahan-lahan menyinari danau, indah banget guys. o ya, untuk menginap disini dan mendapatkan harga yang tidak menguras kantong, pintar-pintarlha memilih hari dan tanggal, jangan pernah menginap disini di weekend, karena harga yang di tawarkan lumayan tinggi, rata-rata di atas 1 Juta rupiah dan jangan ketika musim liburan panjang., harganya akan lebih tinggi lagi. Gunakan website penyedia layanan hotel, biasanya harga yang ditawarkan jauh lebih murah, Travelovely menggunakan situs www.booking.com dan mendapatkan harga Rp. 789.000 untuk kamar Deluxe Garden yang apabila kita lihat di situs resmi seharga Rp. 2.000.000.
Ayam Bakar Madu, Restoran Suling Bambu

Berbicara Makanan, siapa yang masih menyangsikan enaknya makanan sunda, tapi nanti dulu, di Resort ini selain menyajikan makanan khas Sunda, juga tersedia makanan internasional yang di sediakan oleh Restoran “Suling Bambu”. Pada kesempatan ini Travelovely mencoba mencicipi Ayam Bakar Madu dan Iga Bakar. secara rasa tidak ada yang salah dengan makanan ini, 1 hal yang kurang, Sambelnya kurang pedas, itu menurut Travelovely, untuk teman-teman yang tidak menyukai sambel mungkin rasa ini pas di lidah, selain itu, harga untuk makanan di sini juga masuk di akal. Untuk sarapan yang sudah include dengan harga kamar juga enak dan banyak pilihannya, selain itu sarapan di hidangkan dengan pesanan ketika kita pesan baru di masak.

Ebook lengkapnya bisa di download di : Download Ebook

Jumat, 01 April 2016

Suasana Sunrise Ranca Upas
Hallo teman-teman pencinta jalan-jalan, kali ini travelovely ingin share pengalaman ketika mengunjungi Bumi Perkemahan Ranca Upas, yang terletak di Bandung.
Perjalanan dari Jakarta memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam apabila kondisi jalan lancar dan tidak macet, kebetulan travelovely berangkat lewat tengah malam sehingga kondisi jalan sudah lancar. Ranca Upas terletak tidak jauh dari Ciwidey, sebelum sampai ke Ciwidey, disebelah kanan sudah ada pintu masuk untuk masuk ke daerah ini, setelah membayar tiket masuk untuk orang dan kendaraan, kita bisa langsung mencari spot yang menurut kita pas untuk mendirikan tenda (apabila membawa tenda sendiri) bagi yang tidak membawa tenda, disini disediakan penyewaan tenda juga koq, jadi tidak perlu khawatir.
Suasana Sunrise Ranca Upas

Suasana Sunrise Ranca Upas


Selain tenda, teman-teman juga bisa membeli kayu bakar seharga 15.000 per ikat untuk membuat api unggun, karena disini sangat dingin, bahkan bernafas dan berbicara mengeluarkan embun kurang lebih sama seperti berada di eropa ketika musim dingin, bahkan kadang-kadang, embun disini membeku menjadi es saking dinginnya, jadi ada baiknya menyiapkan baju hangat ketika berkunjung kesini.

Satu hal yang indah disini adalah Sunrisenya, melihat matahari perlahan-lahan menampakan diri dari belakang bukit yang hijau sangat indah sekali.

Disini terdapat kolam renang dan penangkaran rusa, akan tetapi travelovely tidak sempat berenang karena masih terkunci sampai travelovely meninggalkan tempat ini.

Kamis, 26 November 2015

Karena rasa penasaran yang tinggi, saya akhirnya bisa juga mengunjungi pantai berpasir putih ini. ada 1 hal yang menjadi ciri khas dari pantai ini yaitu adanya 1 pohon tunggal yang tumbuh di bibir pantai. itu lah kenapa di namakan pok tunggal.
Tadinya saya berpikir pohon tersebut benar-benar tumbuh di pasir ternyata bukan, pohon ini tumbuh di jalan masuk menuju ke pantai, dan waktu saya berkunjung semua daunnya sedang gugur karena musim panas.
Pohon nya ini

Pohon nya ini


 Dipantai berpasir putihnya di sediakan payung-payung besar untuk bersantai, dan menikmati segarnya buah kelapa yang tidak mahal disini, saya juga sempat makan mi instan. laper soalnya. hehehe.



Pantai Pasir Putih

Pantai ini kurang lebih sama karakternya dengan pantai-panti di pesisir selatan Jogja, yaitu adanya tebing yang tinggi di kedua sisi pantainya. saya sempat naik ke salah satu pantainya. pemandangan disini memang indah sekali. tapi sediakan uang 2 ribuan karena untuk masuk kedalam area tebing ini di pungut biaya 2 ribu. saya yakin sekali apabila sunset disini sangat indah, tapi karena memikirkan jauhnya perjalanan dari pantai ini ke hotel tempat saya menginap yang berada di kota Jogjakarta akhirnya saya tidak menunggu sampai sunset disini.

Jalan menuju puncak Tebing
Deburan ombaknya bikin tenang guys



Pemandangan Indah dari atas Tebing

Pemandangan Pantai dari atas Tebing

Pemandangan Pantai dari atas Tebing

Jalan menuju atas tebing

Buat para teman-teman Travelovely yang ingin berkunjung ke Jogja, Pantai ini wajib di kunjungi. dan untuk para pemburu senja, disini adalah salah satu spot terbaik menikmati senja di Jogjakarta. Tidak bosan saya berpesan kepada teman-teman untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan tempat ini dengan tidak membuat sampah sembarangan dan membuat coretan dimana-mana. karena Bumi ini milik kita bersama.

Download Ebook Travelovely edisi Jogjakarta di sini :

Ebook Travelovely - Jogjakarta indonesia Version Download


Ebook Travelovely - Jogjakarta English Version Download

Senin, 07 September 2015

Pantai apa ini ?

Jogja memang menyimpan sangat banyak pesona, mulai dari budaya, gunung, laut, gua dan semua yang ada di sini. Pantai Timang adalah salah satu pesona yang tersimpan di jogja ini, Pantai yang terletak di Gunung Kidul ini bersebelahan dengan Pantai Siung. perjalanan dari pusat kota Jogja bisa di tempuh 2-3 jam untuk mencapai Pantai ini, tapi Travelovely menyarankan jangan menggunakan sedan atau mobil yang pendek, karena akses jalan ke pantai ini kurang bagus dan masih berupa batu-batu yang belum diratakan. bagi teman-teman yang belum mengetahui lokasi pantai ini, Patokannya ada plang kecil yang terbuat dari kayu yang menandakan gang masuk ke pantai ini. Travelovely beruntung ketika mengunjungi pantai ini suasana sedang sepi pengunjung jadi bisa mengabadikan landscape indah disini.

Pantai Berpasit Putih di Timang

Setelah parkir mobil di parkiran yang sudah disiapkan oleh pengelola, kita perlu berjalan untuk melewati bukit kecil untuk sampai ke Gondola Rakyat yang terkenal ini. orang-orang selalu mengenal timang dengan Gondola Rakyatnya, tapi ternyata di Pantai ini terdapat pantai pasir putih dengan plang kayu bertulis Timang, jadi sebenarnya di sini ada pantai karang dan pantai berpasir putih juga. OK, Lanjut menuju Gondola yang memang sangat membuat saya penasaran. Gondola ini terbuat dari kayu yang di buat sedemikian rupa agar bisa menampung orang untuk menyebrang ke Batu karang yang berada di tengah, dan tali yang digunakan adalah seperti tali kapal tapi lebih kecil.
Untuk menyebrang, 1 orang dikenakan biaya Rp. 250.000, dan memang memberikan pengalaman yang berbeda. Tapi karena nyali Travelovely belum cukup besar, jadi hanya foto-foto saja.
Gondola Rakyat

Gondola Rakyat

Ternyata Timang tidak hanya menyimpan keindahan di gondala saja, sedikit berjalan ke arah kanan, maka akan terlihat indahnya teping-teping yang sekali lagi saya katakan tidak kalah dengan tebing yang ada di selandia baru, dan terkadang terlihat penyu bahkan hiu berenang di tebing tersebut.
Tebing indah di Timang

Tebing indah di Timang

Tebing indah di Timang

Saran Travelovely untuk teman-teman yang ingin berkunjung, siapkan Sun Block, karena panasnya matahari sini benar-benar membakar, apalagi berkunjung disiang hari. dan satu lagi pesan saya, jangan membuang sampah sembarangan karena disini sudah di siapkan tempat sampah.
Selamat berlibur, salam Travelovely.

Senin, 24 Agustus 2015

Setelah menjelajahi hutan belantara kalimantan dengan mengunjungi bukit kelam, sepertinya belum bisa di bilang berkunjung ke Kalimantan Barat apabila belum berkunjung ke kota yang satu ini, Singkawang. Kota yang terletak di pesisi barat Pulau Kalimantan ini memang menyimpan banyak sekali pesona, terutama budaya dan pantai-pantainya yang indah. untuk mencapai kota ini, dari Pontianak bisa menggunakan bis maupun taksi. dengan waktu tempuh kurang lebih 2 sampai 3 jam apabila weekend maka jalanan ke kota ini biasanya macet. sepanjang perjalanan teman-teman akan disuguhi pemandahan khas pesisir dengan pohon kelapa di kanan kiri serta jalanan yang beraspal mulus. Kota ini di juluki Kota Seribu Klenteng, dan ketika menginjakkan kaki disini sepertinya julukan itu benar-benar nyata karena di seluruh penjuru kota ini terdapat klenteng baik yang memang besar maupun kecil. tapi yang akan saya bahas disini adalah Pantai Tanjung Bajau yang terletak masih 1 kompleks dengan Pantai Pasir Panjang yang legendaris. Pantai Tanjung Bajau terletak di 1 kompleks yang sudah ada 
Pantai berpasir putih Mimi Land

Sudut lain di Pantai Mimi Land

Mirip dengan Pantai di bangka dan belitung

Pantai dengan batuan

wahana bermain, kurang lebih seperti Ancol dengan Dufannya kalau di Jakarta. untuk masuk ke pantai saja dikenakan biaya Rp. 35.000. Dan untuk tiket terusan bisa masuk sampai ke kebun binatang harganya Rp.50.000. dipantai sini memang ada kebun binatang yang menurut informasi yang Travelovely dapat koleksi binatangnya hanya ala kadarnya.jadi Travelovely hanya membeli tiket untuk kepantai saja. Dan ternyata pantai disini penuh sekali dengan pengunjung. wajar apabila ramai karena memang lagi musim liburan lebaran. Panasnya luar biasa disini, ketika Travelovely mengunjungi Pantai-Pantai di Gunung Kidul di Jogja tidak sepanas ini. Pantai ini memiliki karakter kurang lebih sama dengan pantai di Bangka dan Belitung, pantai dengan pasir dan ada batu-batu besarnya. 
Dimana-mana masalah yang selalu ada adalah sampah yang bertebaran dimana-mana. kalau Travelovely padahal tempat-tempat sampah sudah di berikan di setiap sudut. tapi tetap saja pengunjung 
membuang sampah seenaknya. Tidak berlama-lama disini, Travelovely 
melanjutkan perjalanan ke Pantai Mimi Land

Senin, 03 Agustus 2015

Bukit kelam di padukan dengan langit biru dan hutan yang hijau

Inilah Ikon dari Kabupaten Sintang bahkan ikon dari Provinsi Kalimantan Barat. Bukit Kelam. Bukit setinggi kurang lebih 900 MDPL ini semuanya merupakan batu. dengan kata lain 1 bukit ini adalah batu keseluruhan. jadi tidak heran apabila di puncaknya gersang karena memang tanaman susah untuk tumbuh. Bukit kelam ini menurut legenda yang beredar adalah Batu yang di angkat oleh pemuda Dayak bernama Bujang Besji yang ingin menutup Sungai Melawi dengan Sungai Kapuas, tapi niatnya itu gagal setelah di goda oleh bidadari sehingga dia terperosok kedalam lubang dan batu ini di biarkan saja sampai sekarang. ada juga yang mengatakan bahwa Bukit Kelam adalah meteor yang jatuh ke bumi pada masa lalu, sehingga banyak peneliti dari luar yang untuk meneliti bukit ini. 
Untuk mendaki sampai Puncak bagi yang belum terbiasa memerlukan waktu 4 jam, dan dengan kemiringan sampai 15-40 Derajat maka di buatkan tangga untuk mempermudah pendakian,tapi bagi petugas disana, 2 jam mereka sudah bisa sampai ke puncak. ada 2 alternatif transportasi untuk mencapai kota Sintang dari Pontianak, yaitu melalu jalur darat dan udara. jalur darat bisa di tempuh dengan waktu 7 jam dan dari udara cukup dengan 45 Menit. untuk jalur darat bisa menggunakan bis ataupun taksi. Penerbangan dari Bandara Supadio ke Sintang hanya ada 2 kali sehari dan tidak setiap hari ada penerbangan. jadi harus benar-benar memilih tanggal yang pas ya.

Pemandangan dari kaki Bukit Kelam

Pemandangan dari kaki Bukit Kelam
Dalam perjalanan menuju ke puncak, kita akan di suguhi pemandangan indah khas hutan kalimantan, bahkan ada beberapa pohon yang sudah tidak bisa di jumpai di hutan-hutan lain, masih bisa di jumpai di hutan di kaki bukit ini. 
Dari atas Puncak Bukit ini, kita bisa melihat Kota Sintang dan hutan yang terhampar luas, tapi untuk yang ingin bermalam disini harap siapkan perbekalan dan peralatan, karena suhu di puncak pada malam hari bisa di bawah 20 derajat. Sunrise merupakan pemandangan yang indah disini apabila memutuskan untuk bermalam di puncak. 
Pemandangan Landscape yang indah sudah tersaji sepanjang jalan menuju Bukit ini dari Kota Sintang, dari Kota Sintang, perjalanan kurang lebih membutuhkan 1 jam untuk sampai di Pintu masuk. kita harus membayar Rp. 10.000 /Orang untuk bisa masuk ke kawasan ini, di kaki Bukit Kelam ini juga terdapat air terjun, sayangnya ketika Travelovely kesini sedang musim kemarau sehingga air terjun tersebut sedang kering.
Pemandangan dari kaki Bukit Kelam
untuk Foto dan ulasan destinasi lain di Kalimantan Barat, silahkan download ebook Explore West Borneo di SINI

Sabtu, 04 Juli 2015

setelah berpetualang ke daerah pantai dari kemarin-kemarin, Travelovely akhirnya bisa berpetualang ke dataran tinggi yaitu gunung, walaupun bukan gunung yang tinggi dan butuh waktu berhari-hari untuk mencapai puncaknya, tapi lumayan untuk pemula seperti Travelovely.
Gunung Batu adalah gunung yang terletak di Jonggol, Jawa Barat. awalnya Travelovely tidak tahu ada sebuah gunung yang bisa di daki hanya 1 jam perjalanan untuk mencapai puncaknya. berkat informasi yang di terima dari teman yang mengatakan ada spot yang bagus akhirnya Travelovely tertantang juga untuk mengunjungi tempat ini, apalagi bila melihat foto-foto selfie yang di ambil di puncak gunung ini, bikin ngiler guys.
Kami memutuskan untuk mulai mendaki gunung ini jam 12 malam karena berharap mendapatkan sunrise dari puncaknya. perjalanan di mulai jam 12.30 dari bogor karena berbuka puasa bersama dulu dengan teman-teman yang lain. perjalanan melalui tol jagorawi dan keluar di tol cibubur. dari sini tinggal lurus saja menuju arah jonggol, setelah ketemu taman buah mekar sari, terus saja lurus.
yang jadi kendala untuk yang belum pernah kesini adalah, tidak adalah penunjuk jalan yang menunjukkan dari pertigaan mana harus belok, untungnya Travelovely ada teman yang sudah pernah kesini, jadi sangat membantu, patokan satu satunya adalah adanya minimarket yang berdempetan nah, depan nya itu ada pertigaan, belok dari situ ke kanan, setelah itu tinggal lurus saja sekitar 30-40 menit sampai menemukan belokan yang ada belokan ke kanan, dengan plang dari kayu yang di tulis dengan cat bertulis "Panjat Gunung", dari situ teman-teman sudah dekat sampai ke kaki gunungnya. masuk kesitu dan jalanan berbatu sudah menunggu teman-teman semua, tapi tidak lama, hanya sekitar 10 menit, maka akan ada tempat parkir yang sudah disediakan oleh warga setempat.
setelah memarkir kendaraaan dan mengeluarkan semua perbekalan, karena kami berencana untuk sahur di puncak. sebelum mulai mendaki kami berdoa dulu untuk keselamatan kami semua.
OK, Mulai nanjak. ternyata begitu turun dari kendaraan dan nyebrang ke seberang jalan, langsung nanjak dan kata teman Travelovely yang sudah pernah kesana, tanjakan ini akan berakhir di puncak. WHAT !!!... 1 jam jalan nanjak terus, uda kebayang capenya. baru berjalan 200 meter, istirahat lagi.
di jalur ini ada beberapa titik sudah dipasangkan tali untuk membantu para pendaki, tapi tetap harus hati-hati karena  jalan yang licin dan cukup curam.
Puncak 2 Gunung Batu


Puncak Gunung Batu

Siluet Gunung Salak di kejauhan


Dengan bersusah payah akhirnya sampai juga di puncak, setelah berjuang kurang lebih 1 jam. begitu sampai di atas langsung mengeluarkan bekal makanan yang sudah dibawa dan makan sahur bareng-bareng. gak sabar tunggu matahari terbit, pasti keren banget. o ya, ada 2 puncak di atas gunung ini. karena saya tidak tahu namanya, jadi saya sebut puncak 1 dan puncak 2. nah puncak 1 ini adalah tempat kami makan sahur dan beristirahat, nah puncak 2 ini lebih ekstrim guys, benar-benar 90 derajat dan kiri kanan adalah jurang sodara-sodara. benar-benar harus hati-hati untuk mendapai atasnya.
saya kurang beruntung sekali hari ini, matahari tidak tampak dan sunrise hanya terlihat semburat jingga saja di kejauhan, tapi ada yang sangat indah. ada siluet gunung yang terlihat, kata mas Karim, itu adalah gunung salah. indah sekali.
indahnya negeri ini
plakat untuk mengenang seorang pendaki yang meninggal di gunung ini
setelah berfoto-foto di atas, kamipun turun dan ternyata jalur yang kami lalui semalam sangat amat menyeramkan teman-teman, curam sekali dan kiri kanan sudah jurang. karena semalam gelap sehingga tidak terlihat.
beberapa bulan lalu ada seorang pendaki yang meninggal karena jatuh ke jurang ketika akan menuju ke puncak 2, buat teman-teman, tetap hati-hati dengan alam. dan satu lagi jangan buang sampah sembarangan dan mencoret-coret sembarangan, karena itu bener-bener gak keren banget guys.
Gunung Batu sangat Travelovely rekomendasikan untuk di kunjungi, dengan waktu yang tidak terlalu panjang dan medan yang tidak seberat gunung-gunung besar lainnya, kita bisa mendapatkan pemandangan yang luar biasa di atas.

Salam Travelovely

Search

Buy My Photo in :

Eddywu Stock Images

Instagram

--

Popular Posts

Recent Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Tiket dan Hotel

S

Search Here

Like

Copyright © Travelovely - Travel with love everywhere and everytime | Powered by Blogger
Distributed By MyBloggerThemes | Design by SimpleWpThemes